Banyak bisnis penginapan seperti hotel, guesthouse, maupun homestay sudah memiliki website, namun website tersebut sering kali hanya berfungsi sebagai profil online tanpa benar-benar membantu mendatangkan tamu.
Beberapa masalah yang sering terjadi pada website penginapan:
Struktur website tidak mengikuti alur pikir calon tamu saat mencari tempat menginap.
Informasi kamar dan fasilitas tidak tersampaikan secara meyakinkan.
Website tidak dioptimalkan untuk perangkat mobile padahal mayoritas tamu mencari hotel melalui smartphone.
Website tidak dirancang untuk mendorong pengunjung melakukan direct booking.
Tri Karya hadir sebagai brand dari Djoeragan Website yang fokus membantu bisnis hospitality memiliki website yang benar-benar digunakan sebagai alat bisnis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dikembangkan sebuah website khusus untuk bisnis hospitality yang dirancang dengan pendekatan strategis, bukan sekadar tampilan.
Beberapa implementasi yang dilakukan:
Mendesain struktur website berdasarkan alur keputusan calon tamu dari melihat kamar hingga melakukan booking.
Menyusun halaman yang menjelaskan fasilitas, pengalaman menginap, dan keunggulan properti secara jelas.
Mengoptimalkan website agar mobile friendly dan mudah digunakan oleh calon tamu.
Menyediakan tombol booking dan konsultasi untuk meningkatkan konversi.
Membuat sistem yang mudah dikelola sehingga pemilik penginapan dapat mengupdate konten dengan mudah.
Pendekatan ini membuat website tidak hanya berfungsi sebagai profil bisnis, tetapi juga sebagai alat pemasaran yang membantu meningkatkan okupansi kamar.
Setelah website diluncurkan, banyak bisnis penginapan yang menggunakan pendekatan Tri Karya merasakan perubahan pada performa website mereka.
Beberapa hasil yang dicapai:
Website lebih mudah dipahami oleh calon tamu.
Informasi kamar dan fasilitas tersampaikan dengan lebih jelas.
Website lebih nyaman diakses melalui perangkat mobile.
Website dapat membantu meningkatkan minat tamu untuk melakukan booking langsung.